Rapat Evaluasi Capaian Fisik Keuangan Triwulan II 2024 dilaksanakan di Aula Selidah Pemerintah Kabupaten Barito Kuala pada hari Senin, tanggal 12 Agustus 2024. Acara dibuka dengan sambutan dari Asisten II Setda Bagian Perekonomian dan Pembangunan yang menekankan urgensi dan manfaat dari acara yang dilaksanakan pada hari ini, yaitu selain daripada sarana evaluasi berkala yang dilaksanakan untuk mengukur capaian kerja SKPD dan Kecamatan, juga sebagai sarana komunikasi dan diskusi antar pimpinan SKPD dan Kecamatan untuk saling berbagi permasalahan yang mungki sedang maupaun telah dialami SKPD dalam progress kerjanya.

Paparan pertama adalah capaian kerja SKPD (fisik dan keuangan) yang disampaikan masih oleh Asisten II Setda Bagian Perekonomian dan Pembangunan. Secara garis besar, capaian fisik rata-rata SKPD adalah sebesar 48,67% dan capaian keuangan rata-rata SKPD adalah sebesar 47,04%. Berdasar hasil rapat koordinasi capaian APBD/APBN Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan di Biro Adbang Setdaprov Kalimantan Selatan tanggal 30 Juli 2024, capaian di Kabupaten Barito Kuala memiliki capaian yang termasuk tinggi diantara semua Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan.
SKPD yang memiliki capaian terbilang baik sampai dengan akhir triwulan II 2024 diantaranya adalah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Sekretariat Daerah dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Sedangkan SKPD dengan capaian yang perlu menjadi perhatian adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan. Selanjutnya dari 46 SKPD, berdasar capaian keuangan yang diharapkan pada triwulan II sudah mencapai 50%, ada 10 SKPD yang sudah diatas 50%; 22 SKPD yang hampir mencapai target, tapi tidak dibawah dari 45%; 12 SKPD yang belum mencapai target, tapi tidak dibawah dari target triwulan sebelumnya (25%); dan 2 SKPD yang masih jauh dibawah target (dibawah 25%).
Rata-rata capaian fisik dan keuangan SKPD, dengan berpatokan per Triwulan II, tahun 2024 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya (2023). Pada tahun 2023, per triwulan II rata-rata capaian fisik sebesar 39,2% dan capaian keuangan sebesar 39,14%, sedangkan di tahun 2024 rata-rata fisiknya adalah 48,67% dan rata-rata keuangannya adalah 47,04%, yang berarti ini mengalami kenaikan sebesar 7-8% dari tahun sebelumnya.
Paparan kedua adalah capaian kerja (fisik dan keuangan) di Kecamatan yang disamapaikan oleh Kepala Bappelitbang, melanjutkan paparan sebelumnya. Dari 17 Kecamatan, Kecamatan yang perlu diapresiasi untuk capaian kerjanya baik fisik maupun keuangan adalah Kecamatan Tabukan dan Kecamatan Mandastana, sedangkan kecamatan yang perlu menjadi perhatian untuk capaian kerjanya adalah Kecamatan Tamban.
Selain menjelaskan capaian APBD secara umum, juga dijelaskan capaian khusus yaitu capaian DAK (Dana Alokasi Khusus) dan DBH (Dana Bagi Hasil) Sawit. Per Triwulan II 2024, capaian kegiatan DAK secara fisik adalah 23,5% dan keuangan adalah 26,29%. Capaian DAK itu terbagi atas untuk DAK Fisik memiliki capaian fisik 26% dan capaian keuangan sebesar 23%, dan untuk DAK Non-Fisik memiliki capaian fisik 21% dan capaian keuangan sebesar 28%. Kemudian untuk capaian DBH Sawit memiliki capaian fisik 2,96% dan capaian keuangan sebesar 27,39%. Secara garis besar, capaian DAK dan DBH Sawit masih terbilang rendah dan perlu menjadi perhatian bagi SKPD pelaksana.
Permasalahan umum yang dialami SKPD dapat dibagi menjadi 3 aspek:
- Perencanaan: Permasalahan arus kas, jadwal kegiatan yang tentatif, dan implementasi SPIP dan MRI yang masih belum optimal.
- Administrasi: Proses SPJ dan Aplikasi Pendukung Kegiatan yang sering mengalami gangguan.
- Teknis: Kondisi di lapangan, koordinasi lintas sektor yang masih kurang, kurangnya SDM ASN dan Sarpras penunjang kegiatan, dan data yang dimiliki SKPD untuk menunjang kegiatan ada yang masih belum valid/lengkap.

Sesi selanjutnya adalah diskusi yang disampaikan oleh beberapa peserta:
Penyampaian dari Kepala Dinas Perkim adalah beliau memang menerima bahwa capaian fisik dan keuangan Disperkim memang rendah, karenanya beliau meminta agar ada kebijakan yang dapat mengatur pola target terkhusus Dinas PUPR dan Disperkim. Beliau mengusulkan untuk terkhusus Dinas PUPR dan Dinas Perkim untuk patokan target per triwulan I adalah 10%, triwulan II adalah 25%, triwulan III adalah 75%, dan triwulan IV adalah 100%.
Penyampaian dari perwakilan DPPKBP3A, bahwa capaian fisik dan keuangan, serta capaian DAK dari Dinas PPKBP3A memang masih rendah per Triwulan II 2024, namun jika meninjau capaian per Juli sudah mengalami peningkatan yang cukup baik.
Penyampaian dari Kepala Bakesbangpol bahwa capaian keuangan SKPD yang tinggi karena sebagian besar anggaran yang dicairkan merupakan dana hibah yang diperuntukkan untuk kebutuhan KPU (Pilkada) sebesar 29 M dan bertepatan arus kas-nya ada di Triwulan II.
Penyampaian dari Asisten II Setda Bagian Perekonomian dan Pembangunan bahwa capaian fisik dan keuangan yang tinggi dari Sekretariat Daerah yang menjadi salah satu key success factor adalah evaluasi rutin yang dilaksanakan secara internal dan berkala di dalam Setda itu sendiri, dan tidak harus Sekretariat Daerah yang memimpin acara tersebut, sehingga tidak harus selalu menunggu agenda Setda kosong untuk evaluasi internal.
Penyampaian dari Kasubag PKA Dinas PMD, selaku mewakili seluruh Kasubag PKA yang berhadir menyampaikan bahwa hendaknya ada apresiasi terhadap kinerja PKA yang ada, karena fakta dilapangan bahwa hampir seluruh agenda perencanaan di SKPD dilaksanakan oleh Kasubag PKA. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa aplikasi SIPD yang seharusnya menunjang proses perencanaan, malah menjadi penghambat proses perencanaan dikarenakan ketidaksiapan aplikasi tersebut sehingga sering mengalami masalah.
Penyampaian dari perwakilan Kecamatan adalah bahwa untuk kecamatan yang masih terbilang rendah baik dari segi capaian fisik dan keuangan, per bulan Juli sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan diharap pada triwulan selanjutnya, sudah dapat mencapai target yang diharapkan.

Sesi diskusi sebelumnya langsung ditanggapi oleh Kepala Bappelitbang dan Asisten II Setda untuk diberikan saran dan masukan. Acara kemudian ditutup oleh Kepala Bappelitbang dan berharap untuk evaluasi selanjutnya, SKPD dan Kecamatan yang masih belum mencapai target sudah dapat mencapai target masing-masing.